Sampan Kerinduan

Ketika senja bersahaja di waktu gelap gulita
Rerumputan mulai merangkai kata kata
Dengan harapan penuh kasih sayang

Igaunya menimpa kehampaan tak terhingga
Walaupun air mata yang membaca
Aku dan kamu tak mungkin bersama

Karena sebelumnya tak ada nama kita
Ungkapan nalurimu melembekkan rerumputan
Aku yakin aku dan kita tak kan pernah bersama
Selamanya

Sampan kerinduan
menemani hingga sekarang
Daun kesepian dihantam angin
terbawa langkah disetiap larangan

Pepohonan terbentang
Buah duri berduka lirih dengan,
Ketenangan tiada kupandang
Semuanya terasa suram

Aku adalah daun terlarang
Tak pernah pulang seperti ranting yang,
Asing.

Kayu pepohonan saling menantang
tak ada lagi jua yang ku kenang
Hanya perselempangan kayu dan pohon
Tak dapat ku lawan hingga tenggelam

Reaksi:
Share this with short URL:

You Might Also Like:

Use parse tool to easy get the text style on disqus comments:
Show Parser Hide Parser